Selamat Datang Di Blog Ivan Tahir

Sabtu, 30 November 2013

Menjadi Relawan Semata Demi Kemanusiaan



Bicara soal kemanusiaan memang semua orang bisa, namun apakah semua orang dapat melakukan seperti apa yang kita kenal yang namanya “Kemanusiaan”??

Memang sekedar melihat dan tidak terjun langsung sebagai relawan, merupakan sesuatu hal yang gampak dan mengenakkan, namun jika kita terjun langsung untuk menjadi relawan dan membantu korban bencana alam tanpa bayaran, mengharuskan kita untuk tidak boleh mengeluh, meratapi kelelahan, dan menangisi jika kita sedih, namun yang harus kita lakukan adalah tersenyum dan tegar, itulah yang harus dilakukan yang namanya relawan.
Banyak suka dan dukanya menjadi relawan, apalagi menjadi relawan saat Bulan Puasa, melakoni aktivitas kemanusiaan dalam kondisi berpuasa, sungguh merupakan sesuatu yang sangat sakral, bukan soal amalnya, tetapi ini demi kemanusiaan. Terkadang menjadi relawan kesehatan dan tenaga tidak diperdulikan, namun apakah orang-orang pernah melihat hal itu, mungkin tidak semuanya dapat melihat sisi kebaikan dan keikhlasan relawan untuk membantu para korban bencana alam, nyatanya masih banyak yang marah dan mengeluh soal kekurangan dan kelemahan relawan saat membantu korban.
Jika disuruh memilih antara menjadi relawan dan penonton, mungkin banyak yang akan memilih menjadi penonton dari pada menjadi relawan, namun jika kita semua menjadi penonton, lalu siapa yang akan membantu dan merelakan kesehatan, mengabaikan waktunya untuk keluarga, waktu untuk kerja, dan sebagainya. Lalu sepeti apa nasib setiap korban yang mengalami musiabah, mungkinkan mereka akan terluntah-luntah dan tidak terurus.
Menjadi relawan memanang membutuhkan keikhlasan dan ketabahan, dan menjadi relawan bukan pekerjaan yang gampang dan menyenangkan, namun itulah relawan. Mengabaikan kepentingan pribadi demi yang namanya kemanusiaan, bahkan ada yang terpaksa mengorbankan nyawanya untuk menolong korban bencana….sungguh suatu pernghormatan yang patut kita sanjungi dan kagumi… semoga menjadi relawan tidak sekedar mencari amal dan popularitas di mata masyarakat, namun semata demi kemanusiaan dan kerukunan karena mata, hati dan telinga ini tak mampu melihat penderitaan orang lain yang sedang berteriak meminta tolong…
Semoga relawan-relawan ini menjadi syuhada dan pahlawan, walau tak pernah dikenang, tetapi yakin bahwa Tuhan tidak akan menutup mata dan telinganya dari para Relawan-relawan ini… menjadi relawan semata demi “Kemanusiaan”

Tidak ada komentar :

Posting Komentar