Bicara soal kemanusiaan memang
semua orang bisa, namun apakah semua orang dapat melakukan seperti apa yang
kita kenal yang namanya “Kemanusiaan”??
Memang sekedar melihat dan tidak
terjun langsung sebagai relawan, merupakan sesuatu hal yang gampak dan
mengenakkan, namun jika kita terjun langsung untuk menjadi relawan dan membantu
korban bencana alam tanpa bayaran, mengharuskan kita untuk tidak boleh
mengeluh, meratapi kelelahan, dan menangisi jika kita sedih, namun yang harus
kita lakukan adalah tersenyum dan tegar, itulah yang harus dilakukan yang
namanya relawan.
Banyak suka dan dukanya menjadi
relawan, apalagi menjadi relawan saat Bulan Puasa, melakoni aktivitas
kemanusiaan dalam kondisi berpuasa, sungguh merupakan sesuatu yang sangat
sakral, bukan soal amalnya, tetapi ini demi kemanusiaan. Terkadang menjadi
relawan kesehatan dan tenaga tidak diperdulikan, namun apakah orang-orang
pernah melihat hal itu, mungkin tidak semuanya dapat melihat sisi kebaikan dan
keikhlasan relawan untuk membantu para korban bencana alam, nyatanya masih banyak
yang marah dan mengeluh soal kekurangan dan kelemahan relawan saat membantu
korban.
Jika disuruh memilih antara
menjadi relawan dan penonton, mungkin banyak yang akan memilih menjadi penonton
dari pada menjadi relawan, namun jika kita semua menjadi penonton, lalu siapa
yang akan membantu dan merelakan kesehatan, mengabaikan waktunya untuk keluarga,
waktu untuk kerja, dan sebagainya. Lalu sepeti apa nasib setiap korban yang
mengalami musiabah, mungkinkan mereka akan terluntah-luntah dan tidak terurus.
Menjadi relawan memanang
membutuhkan keikhlasan dan ketabahan, dan menjadi relawan bukan pekerjaan yang
gampang dan menyenangkan, namun itulah relawan. Mengabaikan kepentingan pribadi
demi yang namanya kemanusiaan, bahkan ada yang terpaksa mengorbankan nyawanya
untuk menolong korban bencana….sungguh suatu pernghormatan yang patut kita
sanjungi dan kagumi… semoga menjadi relawan tidak sekedar mencari amal dan
popularitas di mata masyarakat, namun semata demi kemanusiaan dan kerukunan
karena mata, hati dan telinga ini tak mampu melihat penderitaan orang lain yang
sedang berteriak meminta tolong…
Semoga relawan-relawan ini
menjadi syuhada dan pahlawan, walau tak pernah dikenang, tetapi yakin bahwa
Tuhan tidak akan menutup mata dan telinganya dari para Relawan-relawan ini…
menjadi relawan semata demi “Kemanusiaan”

Tidak ada komentar :
Posting Komentar